Kamis, 19 Desember 2013
kurangnya komunikasi Rayon LPTK dengan kemendikbud tentang pelaksanaan UKA sertifikasi guru 2013, merugikan peserta.
pelaksanaan sergur 2013 rayon 135 universitas pakuan berlangsung dalam 8 gelombang. ada hal yang kurang menyenangkan dari pelaksanaan sergur mapel IPA gelombang 8 tersebut, akibat tidak adanya komunikasi antar pelaksana/panitia rayon unpak. terutama mengenai tidak telitinya pembuatan soal UKA bagi peserta sertifikasi, yang berakibat seluruh peserta sergur 2013 gelombang 8 mapel IPA tidak lolos sertifikasi, bukan karena tidak bisa menjawab materi. namun karena kesalahan teknis. titik persoalannya adalah soal UKA pada no.8 terdapat 4 buah soal baru tanpa nomor, (bukan bagian dari no. 8). halaman berikutnya tercetak nomor 9 dan selanjutnya sampai dengan nomor 65. pada awalnya kami (peserta sergur 2013 mapel IPA) tidak menghiraukan soal tanpa nomor tersebut. karena berfikir mungkin hanya kesalahan copy paste dari soal UKG Online. namun tiba-tiba pengawas UKA mengharuskan kami menjawab soal tanpa nomor tersebut berurutan menjadi nomor 9, 10, 11 dan 12. sehingga nomor 9 pada soal menjadi nomor 13 terus berurutan sampai no. 69 pada LJK yang kami kerjakan (nomor di soal 65 menjadi 69 di LJK). kami sudah menyampaikan sepertinya ganjil jika soal berjumlah 69. tapi pengawas kembali menegaskan, bahwa sudah menelpon ke pusat (kemendikbud), dan menyuruh kami mengerjakan sampai 69 soal. Hal ini lah yang menjadi persoalan yang berakibat seluruh peserta sergur 2013 rayon 135 mapel IPA tidak lolos UKA. sungguh di sayangkan, semoga kelak tidak ada lagi korban-korban seperti kami. bukan berlebihan tapi menurut informasi, peserta gelombang 8 adalah peserta yang nota bene adalah peserta UKG dengan nilai yang cukup baik, sehingga di tempatkan pada gelombang terakhir. semoga masalah seperti ini tidak terulang lagi. semoga komunikasi antar LPTK pelaksana sergur dengan pusat (kemendiknas) lebih di tingkatkan lagi.... amin.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar